Filmkan sejarah Kapten Kasihin, Komunitas Film Nganjuk Sudut Lensa temukan fakta baru

INDONESIASATU.CO.ID:

Wartajatim.com. Nganjuk : Sosok Kapten Kasihin,pejuang kemerdekaan jaman penjajahan belanda di Nganjuk menarik perhatian sekelompok generasi muda untuk mengetahui lebih dalam pahlawan yang gugur dalam mempertahuankan kemerdekaan republik Indonesia.

Selasa (10/9) Komunitas Film sudut lensa menggelar pemutaran Film dengan konsep layar Tancap. Film dengan Tema “JUANG” berdurasi sekitar 26 menit ini mengisahkan sejarah pahlawan era penjajahan belanda di wilayah Nganjuk. Acara Pemutaran yang dimulai pukul 19.00 hingga 21.00 ini berlokasi di balai Desa Kedungombo, Kec Tanjunganom mengingat desa ini merupakan lokasi gugurnya Kapten Kasihin oleh tentara Belanda. Film Dokumenter Juang ini di sutradarai sineas muda yang masih duduk di bangku SMA M Affan Lutfian.

Acara pemutaran film ini dihadiri diwadahi dan dihadiri langsung Kades Kedungombo Hariyono, Koramil Tanjunganom Pelda Siswandi, Panji Narasumber dan sejarawan Tulungagung, Budayawan Nganjuk Puji Yohana, Filmaker Mayssinema Taufan Tohary, Abdul Filmaker Komuniats Film Jombang serta Komunitas Film Tozono Entertainment Community Kertosono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh saksi hidup yang bernama pak Kabul (75), Kapten Kasihin saat itu mengalami Luka tembak yang cukup parah dan melarikan diri menuju kediaman rumah orang tua pak Kabul yang saat itu berusia 13 Tahun. Pelarian Kasihin terendus oleh Belanda dan dirumah tersebut belanda langsung menghujami tembakan hingga kapten Kasihin menghembuskan nafas terakhir di kediaman Rasio, orang tua Kabul.

Hariyono selaku pemerintahan Desa Kedungombo menyampaikan terima kasih atas kepeduliaan anak-anak Sudutlensa terhadap sejarah Pejuang Kapten Kasihin.

“Kedepan lebih digali lebih jeli lagi tentang sejarah bangsa ini dan mengharapkan generasi mendatang tidak melupakan sejarah yang mengantarkan bangsa Indonesia seperti saat ini. Semoga juga ada kepeduliaan dari pihak yang berwenang terkait monumen kapten kasihin yang sudah mengalami kerusakan”harap Hariyono terhadap pemutaran Film Juang ini.

Dargo Aji Saputro salah satu Ketua Tim Film Juang, menuturkan Tim ini telah beraksi selama 3 bulan lamnya bahkan harus menelusuri di kabupaten tulungagung. disaat mencoba menelusuri makam kasihin yang menurut informasi berada di Nganjuk ternyata penelusuran mempertemukan mereka dengan ahli sejarah Bpk Panji dan keluarga kapten Kasihin yang berasal dari kalang beret Kauman tulungagung, dan menunjukkan fakta baru keberadaan Makam berada di TMP Tulungagung dengan No. Nisan 158.

“Semoga melalui Film ini selesai, diharapkan bisa menjadi informasi dan catatan berharga bagi generasi muda sehingga nantinya  sejarah ini tidak hilang begitu saja dan peran pihak berwenang terhadap sejarah Kapten Kasihin ”papar Dargo kepada Wartajatim.com

Kehadiran Sineas muda di Tulungagung sempat membuat haru keluarga kasihin karena masih ada generasi muda yang begitu perhatian dan peduli terhadap sosok heroik Kasihin yang dengan mengorbankan jiwa raganya  dalam melawan Belanda.

Berdasarkan informasi dan kisah yang pernah ditulis berbagai media, perjuangan Kapten Kasihin tertulis pada Tugu yang berada di dekat SDN di desa kedungombo SDN Kedungombo 3. terdapat tulisan yang diabadikan pada sebuah tugu berukuran satu meter persegi bertuliskan, ” Di sini gugur sebagai kusuma bangsa dlm. pertempuran melawan imperialism belanda dalam mempertahankan/ menegakkan kemerdekaan R.I’. Dusun Tawangsari dan sekitarnya memang saat itu menjadi pusat atau pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain menjadi pangkalan militer, ternyata Desa Kedungombo juga sempat dijadikan pusat pemerintahan Nganjuk sementara.untuk mengenangnya, sampai saat ini masih berdiri dengan tegak Patung Kapten Kasihin menghadap Selatan yang berada di Alun-alun Nganjuk.Faiz

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita