Gunardi Yakin Penerapan UNBK 2017 Minim Kecurangan

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Kepala Sekolah SMAN 2  Nganjuk mengatakan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) telah menjadi alternatif yang sangat baik untuk mengatasi kecurangan. 

Menurut Gunardi, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer punya kelebihan tersendiri dari sistem pengamanan Jenis soal yang diberikan sangat beragam. Tidak hanya antar sekolah, bahkan antara satu peserta dengan peserta lainnya dalam satu ruangan. 

Gunardi berharap pelaksanaan UNBK di Nganjuk nantinya dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Selain itu, seluruh soal baru disinkronkan ke server masing-masing sekolah selang dua hari sebelum pelaksanaan. Sehingga dapat saya pastikan, hampir tidak ada kasus kebocoran di Nganjuk," kata Gunardi saat memantau pelaksanaan UNBK hari pertama di SMA Negeri 2 Nganjuk,Senin (4/12/2017).

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pukul 07.30-09.30, sesi kedua pukul 10.30-12.30 dan sesi ketiga pukul 14.00-16.00. 

Pembagian sesi diterapkan karena jumlah komputer yang belum mampu memenuhi kebutuhan para pelajar di tiap sekolah.

Pada hari pertama, pelajar akan mengikuti ujian Bahasa Indonesia, hari kedua adalah Matematika, hari ketiga adalah Bahasa Inggris, dan hari keempat adalah mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.

Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk lis handoyo mengatakan pelaksanaan UNBK telah memperkecil kemungkinan terjadinya keterlambatan soal, tertukar soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal. 

Selain itu, teknis pengumpulan lembar jawaban juga lebih mudah, terutama dari segi pengamanan. Karena saat peserta selesai mengerjakan soal ujian, lembar jawaban bisa langsung di kirim ke server pusat secara online. 

"Sehingga hasil UN bisa diumumkan lebih cepat, dan para siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Sopan.(kusnoaji/yan)