KPK Sita Aset Lahan ‘Milik’ Bupati Non Aktif Seluas 10 Hektar di Desa Suru.

Wartajatim.com,NGANJUK.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mendatangi aset tanah milik Bupati Non Aktif Taufiqurrahman Kedatangan tim penyidik KPK kali ini pengembangan pemeriksaan Kepala Desa Suru dan Plt Sekdes Desa Suru kemarin pukul 14.00 Wib di ruangan Sekda Nganjuk guna memeriksa sejumlah lahan yang diduga telah dibeli oleh Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman dari hasil gratifikasi. 
 
Tidak hanya pemeriksaan langsung lokasi lahan, penyidik juga meminta keterangan sejumlah warga pemilik lahan serta perangkat desa. Disinyalir Bupati Nganjuk memiliki 10 hektar lahan yang ada di Desa kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.Kamis (7/12/2017)
 
Kedatangan tim penyidik dimulai sejak pagi,Tim langsung menuju lokasi pertama yakni Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Disini, Taufiqurrahman diduga memiliki lahan seluas 10 hektar. Didesa ini pula 20 warga beserta perangkat desa setempat dimintai keterangan.
 
“Ada sekitar 20 warga dan perangkat disekitar Desa Suru yang dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK,” ungkap Suwadi (Mantas Kades,red) salah satu sumber kepada wartajatim.com, Kamis (7/12/2017). 
 
Dijelaskan pula, tim penyidik KPK yang didampingi Suwadi,mantan Kepala Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, melakukan pemeriksaan ditempat. Lahan yang diyakini milik Bupati Taufiqurrahman tersebut masih berupa hutan dan ditumbuhi pohon jati yang nyaris tidak tersentuh. Selain itu lahan sudah dipenuhi rumput liar yang telah melebihi tinggi orang dewasa.
 
Hal ini diperkuat dengan keterangan Suwadi yang membenarkan jika lahan tersebut telah dibeli oleh salah seorang perantara bernama Prawoto, warga Dusun Wonokroko, Desa Orooro Ombo, Kecamatan Ngetos.
 
“Yang saya tahu bahwa penjualan tersebut melalui makelar tidak pernah diberitahu saat itu langsung melalui Camat Ngetos Hariadi yang sekarang sudah purna, dan kepemilikan lahan bukan warga Suru,” kata Suwadi kepada awak media. 
 
Ia menambahkan, awal penjualan lahan tersebut sekitar tahun 2015. Peruntukan lahan sendiri diakui Suwadi belum diketahui secara pasti.
 
Terpisah Wakinem warga dusun Sanan Desa Mojoduwur Kecamatan Ngetos membenarkan kalau tanah seluas 10 hektar salah satu merupakan miliknya.
 
"iyo bener nak lemahku dituku karo makelar seket yuto naliko kae tahun rong ewu limolas,iku yo diantem roto kabeh (benar nak tanah saya dihargai sama makelar 50 juta pada tahun 2015 semua disama ratakan,"ucap wakinem.kusnoaji/yan