Larangan Membalas Kejelekan dengan Kejelekan

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Abdul Nashir Fattah meminta nahdliyin tidak membalas kejelekan dengan kejelekan pula, karena hal itu dapat merugikan diri sendiri. Keterangan ini disampaikannya saat kajian rutinan Al-Ibris di kediamannya.

"Jangan sampai mereka menjelekkan lalu kita balas menjelekkan. Kalau demikian, apa bedanya kita dengan mereka?," katanya, Ahad (18/11)

Kiai Nashir meminta warga NU dan pengurus NU lebih fokus mengurusi kegiatan rutinan dan menghasilkan kreatifitas untuk umat. Hal lebih besar manfaatnya. Dasar pelarangan ini merujuk pada Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 7. "Ngurusi rutinan-rutinan itu lebih bagus dari pada menanggapi orang-orang yang menyerang kita di media sosial (medsos)," pesannya.

Pengasuh Pesantren Puteri Al-Fatimiyah Bahrul Ulum Tambakberas ini menjelaskan, serangan-serangan di medsos memang tidak boleh didiamkan, namun menanggapinya harus dengan hujjah atau alasan yang baik.

Dijelaskan, Nabi Muhammad SAW sendiri memberi teladan. Ketika didzolimi beliau tidak balas menyakiti. Ketika dicaci maki beliau diam. Dan memilih tetap melakukan kegiatan positif. Sehingga pada akhirnya orang yang memusuhi nabi kagum dengan akhlaknya nabi dan memilih ikut Islam.

"Balas dengan kegiatan-kegiatan positif yang kita lakukan. Jadi jangan sampai terlalu sibuk menanggapi, dan malah rutinan-rutinan kita tidak jalan," tandasnya.(oji /kla) 

  • Whatsapp

Index Berita