Pol PP Kertosono turunkan Baliho Bupati Non Aktif Taufiqorrahman

Wartajatim.com. Nganjuk. Pasca tertangkap tangan OTT di Jakarta Rabu (25/10/2017) , berdasarkan Surat Perintah Tugas/SPT Gubernur Jatim nomor 131/512/011.2/2017 tanggal 27 Oktober 2017 Taufiqurrohman di non aktifkan oleh Gubernur Jawa Timur dan digantikan Plt Bupati Abdul Wachid Badrus.Kewenangan dan tugas yang melekat secara otomatis juga beralih. Bahkan Pernak-pernik baliho publikasi Bupati Non Aktif yang selama ini terpasang di sejumlah kecamatan di kabupaten Nganjuk juga mendapat perhatian dari masyarakat.

Senin (26/11/2017) Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Trantib Kecamatan Kertosono melakukan penertiban reklame dan baliho yang dinilai sudah tidak relevan lagi dan menyalahi ketentuan Perda 8 tentang ketertiban umum. Baliho dan papan reklame yang masih memuat foto taufiqurrohman di seputaran kota kertosono diturunkan bersama dengan reklame yang telah kadaluwarsa.

Kasie Trantib Kertosono Sutriswanto,mengatakan kegiatan ini sabagai salah satu tugas rutin kami dalam menegakkan Perda dan juga arahan dari Nganjuk untuk melaksanakannya. “ Kegiatan ini juga sekaligus merespon masukan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat beberapa hari yang lalu kepada pemerintah kecamatan kertosono terhadap keberadaan beberapa baliho dan reklame yang mengganggu salah satunya Baliho Bupati Non Aktif taufiqurrohman” ujarnya saat ditemui saat penertiban.

Adapun baliho yang dicopot itu memuat Taufiqurrahman bersama istrinya Ita Triwibawati (Bunda Ita) tentang Gentasibu bertajuk jadikan Nganjuk bebas balita gizi buruk, rokok ilegal (cukai), sosialisasi campak rubela dan pajak.

Respon atas penertiban Baliho juga mendapat perhatian dari masyarakat Nganjuk sesaat setelah mengetahui kabar dari Warganet Cekers, Zainal (56) ,”harusnya pasca status non aktif disandang taufiqurrohman segala yang berkaitan dengan kebijakan dan kapasitas sebagai kepala daerah saat itu segera ditertibkan dan tidak mengaburkan kewenangan Plt Bupati yang saat ini dipegang Abdul Wahid Badrus”Pungkasnya saat menghubungi Wartajatim.com.

Disinggung perihal baliho Sekda Jombang Ita Triwibawati yang masih terpasang. “untuk baliho tersebut, kami tidak bisa bertindak karena baliho tersebut memilki ijin secara pribadi dan masih berlaku. Selain itu juga, promosi pribadi sah-sah saja selama semua dilakukan dalam kapasitas pribadi. Ujar Pak Tris disapa disela –sela tugas penertiban yang berlangsung hingga siang hari.