Santri Ponpes Mojoduwur Dihajar Oknum Pesilat Tak Sadarkan Diri

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Ratusan Peguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) saat mengawal anggotanya sidang di pengadilan Negeri Nganjuk tiba tiba berhenti di lokasi depan toko baju AL Iza Desa/kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Beberapa Oknum anggota PSHT Nganjuk melakukan penganiayaan dan pengeroyokan kepada santri mojoduwur Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Kamis (17/1/2019)

Abu Kasan (28) warga Desa Margopatut santri Mojoduwur saat melihat iring-iringan anggota PSHT tiba tiba berhenti meneriakan PN (Pagarnusa, Red) dan menghampiri korban melakukan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan saat hendak membeli baju di toko Al IZA.

"Saya kaget begitu cepat kejadiannya, Ketika baru keluar dari toko tersebut tiba tiba beberapa orang menghampiri korban dan langsung dihajar, " katanya

Menurutnya, saat penganiayaan dan pengeroyokan oleh Oknum PSHT yang hendak pulang dari PN (Pengadilan Negeri) Nganjuk saat mengawal anggotanya di sidang.

Di ketahui korban yakni khoirul huda (17) warga blora jawa tengah. Ia seorang santri di pondok mojoduwur Kecamatan Ngetos saat ini korban opnam di RSUD Nganjuk

Wakil Ponpes Lirboyo yang juga Ketua Majelis Dzikir Lirboyo Gus Yusuf Kozin sangat prihatin atas kejadian yang menimpa santri Pondok Pesantren yang dilakukan oleh Oknum PSHT.

"Saya menghimbau kepada semuanya khususnya warga Nahdliyin yang berada di Karesidenan Kediri yang meliput Blitar,Tulungagung, Kediri dan Nganjuk supaya menahan diri, kita serahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib, karena saya yakin pihak berwajib bertindak profesional dalam menangani permasalahan tersebut, "himbaunya.(tim) 

  • Whatsapp

Index Berita