Warga Miskin Asal Tuban Minta Keadilan di Presiden

INDONESIASATU.CO.ID:

TUBAN - Seorang dua Pasutri di Desa Mentoro Kecamatan Suko Kabupaten Tuban, harus tinggal di rumah tak sederhana luput dari program keluarga harapan) PKH). Karena faktor ekonomi. Inilah potret kemiskinan warga di masyarakat yang butuh uluran tangan. 

Ahmad sawud (60) warga Desa Mentoro RT 08,RW 01 Kecamatan Soko Kabupaten Tuban beraktifitas di rumah, Terlihat sudah bolong di sana-sini. Di dalam kamar yang hanya berkasur tipis, terlihat dilapisi mmt bekas spanduk.

Bila hujan deras,  mengaku rumahnya bocor, dan lantainya lembab. Meski begitu, ia masih tetap bersyukur karena ada rumah untuk berteduh.

Sejak tidak dapat bantuan program keluarga harapan, apalagi tercatat didalam catatan Desa, ahmad sawud bersama istri harus hidup apa adanya 

‘’Sampai sekarang saya tidak pernah dapat bantuan, memang benar seperti itu, apalagi program ini langsung dari pak Jokowi,’’ kata sawud berkaca-kaca ketika ditemui wartajatim.com dirumahnya, Senin (11/2/2019) 

Sawud sebetulnya berkeinginan mempunyai rumah yang layak. Namun keadaan yang tidak memungkinkan, sehingga ia pasrah saja. Sampai saat ini, ia belum menerima bantuan dari pemerintah,"pintahnya

Sementara, Kepala Desa Mentoro Mataris Rohman menjelaskan, warga saya memang tidak dapat bantuan PKH karena tidak tercatat di Desa, untuk membantu meringankan beban sawud. 

‘’Kami sudah berkoordinasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tuban. Semoga bisa segera tertangani,’’ kata Mataris.

Kepala Dinas Sosial Tuban Nurjanah menyampaikan, kalau yang bersangkutan benar-benar miskin bisa menyertakan foto kopi kartu keluarga (KK) kartu tanda penduduk (KTP), Pemkab Tuban selalu menganggarkan anggaran untuk masyarakat miskin. 

"Yang berhak menerima PKH dengan kriteria benar-benar miskin dan ada pengantar dari Desa setempat, baru kami mengutus petugas, apa bener yang bersangkutan miskin, kalau itu sudah lolos secara administratif baru kita anggarkan," tandasnya. (damin /kla) 

  • Whatsapp

Index Berita